Beranda » OLAHRAGA & PENDIIKAN » KOI Kembali Kisruh

Selasa, 29 September 2015 - 08:47:18 WIB
KOI Kembali Kisruh
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: OLAHRAGA & PENDIIKAN - Dibaca: 749 kali

Jakarta SP Rapat Anggota Istimewa Komite Olimpiade Indonesia (KOI) digelar di Menara Peninsula, Jakarta, Senin (28/9). Ketiga sekjen yang sebelumnya mendapat surat berisi larangan menghadiri rapat tersebut, yakni sekjen PORLAKI, PERKEMI, dan POSSI, tampak hadir.Hal itu membuat 35 induk cabor menolak perubahan tersebut karena tertuang dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi yang hanya membolehkan ketua umum memimpin maksimal dua periode.

Ketua umum KOI, Rita Subowo, kemudian menemui beberapa anggota yang memaksa masuk. Terjadi perdebatan antara Rita dan Sekjen Persatuan Gulat Seluruh Indoensia (PGSI) Doddy Iswandi. Doddy beserta anggota lainnya meminta seluruh cabor anggota masuk, termasuk tiga sekjen yang mendapat surat larangan mewakili cabor di Rapat Anggota.

Awalnya, Rita bersikukuh tidak memperbolehkan mereka masuk lantaran dinilai masih memiliki sangkutan hukum. Doddy dan beberapa anggota lainnya menimpali sembari berteriak agar permasalahan hukum tidak dibawa ke dalam persoalan AD/ART.

Ada 4 usulan soal perubahan AD/ART. Yang pertama adalah soal keanggotaan, kemudian mengenai pemisahan Komite Eksekutif (Exco) dengan pengurus. Selanjutnya adalah usulan dibentuknya Komite Etik

Rita sudah menjabat selama dua periode, yaitu selama ia menjabat juga sebagai Ketua KONI/KOI pada 2007-2011. Tahun 2011, ia menjabat kembali sebagai Ketua Umum KOI periode 2011-2015 pasca-lahirnya UU SKN Tahun 2005 yang memisahkan KONI dan KOI.


35 PB Induk cabang olahraga dari 59 anggota KOI sepakat menolak perubahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Komite Olimpiade Indonesia (KOI).Mereka berpandangan bahwa mereka memiliki hak untuk bersuara dalam Rapat Anggota Istimewa yang diagendakan membahas perubahan AD/ART. Keduanya sepakat untuk menjalankan rapat secara tertib.

Seharusnya, agenda KOI sekarang adalah menyelenggarakan Kongres Istimewa. Menurutnya, langkah Rita tidak terlepas dari dorongan oknum yang berada di baliknya. Selama tidak aklamasi, perubahan AD/ART tidak bisa berlaku langsung dengan serta merta.
BERITA TERKAIT

Nasional | Polhukam | Metropolitan | Ekonomi | Teknologi | Pendidikan | Hiburan | Profil | Ragam Berita | Susunan Redaksi
2014 SinarPagi.Net - All rights reserved