Beranda » POLITIK DAN HUKUM » KIARA Gelar Simposium & Festival

Senin, 11 September 2017 - 09:38:08 WIB
KIARA Gelar Simposium & Festival
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: POLITIK DAN HUKUM - Dibaca: 294 kali

Jakart SP Simposium dan Festival Perempuan Nelayan kemudian yang dihadiri puluhan anggota Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI) dari sejumlah daerah itu kemudian digelar untuk mencari solusi. Tema yang diambil pun disesuaikan dengan keinginan 14 kelompok perempuan di 9 kabupaten dan kota di Indonesia.

KIARA (Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan) bersama Persaudaraan Perempuan Untuk Nelayan Indonesia (PPNI) serta Seafish For Justice menggelar acara Simposium dan Festival Perempuan Nelayan yang bertajuk ‘Perempuan Nelayan Berdaulat, Mandiri dan Sejahtera’ di Cemara 6 Galeri Museum, Jalan HOS Cokroaminoto,Menteng, Jakarta Pusat. Pada Sabtu, (9/92017) kemarin.

Simposium dan Festival Perempuan Nelayan kemudian yang dihadiri puluhan anggota Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI) dari sejumlah daerah itu kemudian digelar untuk mencari solusi.

Perempuan nelayan harus berdaulat, mandiri, dan sejahtera, tema festival tersebut. Selain diskusi, acara itu juga menampilkan 14 lukisan karya perempuan nelayan dari sembilan kabupaten dan kota.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Ruang Laut Kementrian Kelaturan dan Perikanan Brahmantya Satyamurti Poerwardi sementara itu, hasil penelitian mengenai peningkatan pendapatan keluarga nelayan melalui kelompok usaha bersama wanita nelayan faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan wanita nelayan adalah tingkat pendidikan. Rata-rata kontribusi pendapatan nelayan. Dapat dikatakan bahwa istri telah bekerja produktif yang menghasilkan dalam menambah pendapatan keluarga.

Dari hasil penelitian, dengan melihat kontribusi pendapatan wanita tersebut dapat dikatakan bahwa kontribusi wanita sangat menentukan peningkatan pendapatan rumah tangga, berarti pendapatan yang dihasilkan wanita nelayan tersebut memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga nelayan.ujarnya

Adapun para pembicara, menampilkan sesi diskusi dua kali narasumber yakni Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Ruang Laut Kementrian Kelaturan dan Perikanan Brahmantya Satyamurti Poerwardi, hadir sebagai pembicara, mantan Menteri Kordinator Maritim, Rizal Ramli berbicara tentang Perempuan dan pengelolaan Ruang Laut, pembicara lainnya, Uminatus Saholikan (Sosok perempuan nelayan), berbicara tentang Perempuan Nelayan berdaulat, Mandiri dan Sejahtera

Ironinya, peran strategis perempuan nelayan terancam dengan adanya perampasan ruang hidup mereka seperti ekspansi perkebunan sawit di wilayah pesisir Langkat, Sumatera Utara; reklamasi di Teluk Jakarta, Bali, Semarang serta Manado, pertambangan pasir besi di Jawa Tengah, ekspansi pariwisata di NTB dan NTT, dan ekspansi konsesi tambang di wilayah pesisir Indonesia Timur.

Data di atas dapat dikelola secara lestari dengan rincian sebanyak 4,4 juta ton dapat ditangkap di perairan Indonesia dan 1,86 juta ton dapat diperoleh dari perairan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI).
BERITA TERKAIT

Nasional | Polhukam | Metropolitan | Ekonomi | Teknologi | Pendidikan | Hiburan | Profil | Ragam Berita | Susunan Redaksi
2014 SinarPagi.Net - All rights reserved