Beranda » PROFILE » KSPI Prihatin Kasus Debora

Senin, 18 September 2017 - 09:36:06 WIB
KSPI Prihatin Kasus Debora
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: PROFILE - Dibaca: 148 kali

Jakarta SP KPSI Berharap Menindaklanjuti kasus kematian bayi Debora, menduga kuat RS Mitra Keluarga Kalideres melanggar UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 Pasal 32 ayat 1 dan 2.

Pernyataan ini disampaikan , saat konferensi pers soal kematian bayi Debora di Kantor , Jakarta, senin (18/9/2017).
Kami menduga kuat kalau RS Mitra Keluarga Kalideres melanggar undang-undang kesehatan tersebut. Jika kasus ini dipidanakan (ke pengadilan), maka saya yakin, hakim akan mempertanyakan soal pelayanan darurat yang diperoleh bayi Debora saat ditangani di IGD (instalasi gawat darurat), kata .


Pengakuan orangtua kepada KPAI, bayi Debora memang mendapat pertolongan pertama. Namun, pertolongan pertama tersebut belum melewati masa kritis bayi.

Selain itu, pertolongan pertama bayi Debora juga terkendala dengan masalah uang muka. Masalah uang muka menyebabkan bayi Debora tidak dimasukkan ke ruang pediatric intensive care unit (PICU) sehingga nyawanya tidak terselamatkan.

Hasilnya, Dinkes Jakarta mengetahui bahwa RS Mitra Keluarga Kalideres memberikan perlakuan berbeda kepada bayi Debora. Sebab, Debora bukan satu-satunya pasien pemegang kartu BPJS Kesehatan yang pernah berobat di rumah sakit tersebut.

Sebelumnya, RS Mitra Keluarga Kalideres pernah menerima pasien BPJS dalam kondisi gawat darurat seperti Debora. Namun, mengatakan rumah sakit memberikan pelayanan yang berbeda dengan yang dialami Debora.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro akan memanggil pihak RS Mitra Keluarga terkait kematian bayi Debora. Untuk maju ke langkah itu, polisi saat ini masih terus mengumpulkan informasi sebagai bahan penyelidikan lebih lanjut.Selain dari masyarakat, polisi juga terus menggali informasi dari pihak terkait, misalnya Dinas Kesehatan hingga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Setelah informasi yang didapat cukup signifikan, polisi akan segera melakukan gelar perkara.Penggalian informasi dilakukan agar polisi bisa mendapatkan gambaran kemungkinan tindak pidana yang dilakukan pihak rumah sakit. Sehingga nantinya, polisi bisa menentukan langkah selanjutnya sebelum mencapai ke tahap proses penyidikan.
BERITA TERKAIT

Nasional | Polhukam | Metropolitan | Ekonomi | Teknologi | Pendidikan | Hiburan | Profil | Ragam Berita | Susunan Redaksi
2014 SinarPagi.Net - All rights reserved