Beranda » JABODETABEK » Bertepatan Hari Santri PKS Gelar Final Baca Kitab Kuning

Selasa, 24 Oktober 2017 - 10:08:27 WIB
Bertepatan Hari Santri PKS Gelar Final Baca Kitab Kuning
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: JABODETABEK - Dibaca: 240 kali

Jakarta SP Bertepatan dengan Hari Santri Nasional, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar final lomba baca Kitab Kuning di kantor DPP PKS, Jalan Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (22/10).

Acara kemudian dilanjutkan dengan seremoni peringatan Milad Fraksi dan penyerahan piala/hadiah bagi pemenang lomba-lomba turnamen futsal santri, badminton, dan kitab kuning.

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, dalam sambutan pembukaan lomba mengatakan Lomba Baca Kitab Kuning ini adalah kali kedua diselenggarakan oleh Fraksi PKS dan seperti tahun lalu lomba ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

Laporan panitia tahun ini diikuti oleh 1094 peserta dari berbagai pesantren di 16 provinsi. Tentu kami mengapresiasi partisipasi ini dan hal ini menunjukkan ghirah pembelajaran kitab kuning yang luar biasa di kalangan generasi muda, katanya dalam rilis yang diterima pada Ahad (22/10).

Sementara kata Wakil Ketua Fraksi PKS Aboe Bakar Alhabsy Lomba ini merupakan bentuk penghargaan PKS terhadap Kitab Kuning, yang menjadi simbol intelektualitas dalam Islam, ,
Dia mengatakan, diselenggarakannya lomba baca Kitab Kuning sebagai upaya untuk merangsang generasi muda untuk meningkatkan kemampuannya dalam membaca literatur asing yang diperlukan oleh masyarakat Indonesia.

Semakin banyak generasi muda yang mampu menelaah Kitab Kuning, diharapkan akan berpengaruh positif pada pengetahuan keagamaan masyarakat.

Selain itu diyakini hal ini akan dapat meningkatkan moralitas masyarakat dibidang keagamanan, ujarnya.
Ahmad Fauzi dari Pondok Pesantren Al Hidayah, Kalirejo, Lampung Tengah mengikuti babak final Lomba Baca Kitab Ahmad Fauzi adalah pemenang Lomba Baca Kitab Kuning PKS tingkat Provinsi yang menyisihkan lebih dari 80an peserta dari 15 Kota/Kabupaten sebagai Lampung.

Bangsa Indonesia tidak boleh melupakan jasa para santri dan ulama yang telah berjuang di garis depan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
BERITA TERKAIT

Nasional | Polhukam | Metropolitan | Ekonomi | Teknologi | Pendidikan | Hiburan | Profil | Ragam Berita | Susunan Redaksi
2014 SinarPagi.Net - All rights reserved