Beranda » METROPOLITAN » Ketum Partai Hanura Oso Di Pecat

Selasa, 16 Januari 2018 - 10:31:22 WIB
Ketum Partai Hanura Oso Di Pecat
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: METROPOLITAN - Dibaca: 135 kali

Konflik internal menjelang pelaksanaan demokrasi tentu menjadi hal wajar di tubuh parpol, karena banyak elite parpol yang memiliki kepentingan berbeda dengan elite lainnya. Hanya parpol transparan yang akan mampu melewati masalah konflik internal menjelang pilkada tersebut.

Dalam menghadapi tahun politik saat ini munculnya kejadian saling pecat di internal partai menunjukkan kurang transparannya pengelolaan organisasi partai, sehingga kontestasi atau kompetisi antar elite cenderung sengit,


Internal Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) memanas. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura yang dimotori Sarifuddin Suding selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai memecat Oesman Sapta Odang (OSO) dari jabatan ketua umum (ketum) DPP Partai Hanura.

Oesman Sapta dipecat setelah lebih dari 400 Dewan Perwakilan Cabang (DPC) tingkat Kabupaten Kota menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinannya. Sedangkan di tingkat Dewan Pengurus Daerah (DPD) terdapat 27 daerah yang mengajukan mosi tidak percaya. Rapat itu juga dihadiri dewan penasihat dan dewan pembina Hanura.

Alasan pemecatan atau mosi tidak percaya itu karena OSO mengganti beberapa Ketua DPD yang dinilai tidak sejalan. OSO juga acapkali membuat keputusan sepihak terkait pemilihan kepala daerah (pilkada). Sehingga, keputusan sepihak OSO itu menimbulkan gejolak di daerah, seperti Purwakarta dan Garut.

OSO juga sering dinilai melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai dan sudah tidak sesuai dengan semangat partai. "Ini sudah tidak sesuai dengan prinsip Hanura." Ucap Wakil Ketua Umum Partai Hanura Nurdin Tampubolon, Senin (15/1/2018).


Wakil Ketua Umum Partai Hanura Marsekal Madya (Purn) Daryatmo ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum.
Penunjukan Plt dilakukan sampai digelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Hanura dengan agenda pemilihan ketua umum.

Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto berharap konflik yang terjadi di partainya cepat selesai. Sehingga Hanura mempunyai waktu untuk menghadapi pemilu yang akan datang.

Sebagai Ketua Dewan Pembina, saya berharap agar konflik ini dapat cepat diselesaikan dengan cara-cara bermartabat, sehingga Partai Hanura cukup waktu untuk menyiapkan dan menyelesaikan berbagai persyaratan yang dibutuhkan dalam rangka Pemilu yang akan datang," kata Wiranto lewat keterangan tertulis yang diterima

Sementara itu OSO menunjukan sikap yang juga keras. Ia mengatakan akan melawan segala bentuk upaya pelemahan Hanura yang dilakukan oleh sejumlah kader.Meski begitu, ia juga tetap membuka pintu untuk tetap merangkul kader yang punya kontribusi positif kepada Hanura.

Namun, keputusan itu ditentang oleh kubu OSO. Pemberhentian OSO dinilai tak sesuai skema yang diatur oleh AD/ART partai, yaitu dengan Munas atau Munaslub.

Oleh karena itu, sebagian anggota tetap mengakui OSO sebagai Ketua Umum Partai Hanura berdasarkan amanat munaslub pada akhir 2016 silam.

Ketua Umum Laskar Muda Hanura (Lasmura) M Guntur menegaskan organisasinya tetap kompak mendukung kepemimpinan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO).

Kami mengikuti anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) yang merupakan kitab partai kita. Ketum OSO adalah mutlak sebagai Ketum Hanura pascamunaslub 2017. Hasil rapimnas kemarin jelas bahwa ketum OSO diberi otoritas mutlak untuk mengganti, menggeser pengurus DPP Partai Hanura berdasarkan hasil evaluasi internal, Kata Ketum Lasmura M Guntur di Jakarta,
BERITA TERKAIT

Nasional | Polhukam | Metropolitan | Ekonomi | Teknologi | Pendidikan | Hiburan | Profil | Ragam Berita | Susunan Redaksi
2014 SinarPagi.Net - All rights reserved