Beranda » OLAHRAGA & PENDIIKAN » Rehab Lapangan Bisbol Asian Games, DKI Siapkan Rp 15,1 M

Jumat, 23 Februari 2018 - 10:30:35 WIB
Rehab Lapangan Bisbol Asian Games, DKI Siapkan Rp 15,1 M
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: OLAHRAGA & PENDIIKAN - Dibaca: 255 kali

Jakarta SP Merespons Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) yang meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menyiapkan lapangan bisbol untuk venue Asian Games, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI, Ratiyono langsung mengecek lapangan bisbol di kawasan olahraga Rawamangun, Jakarta Timur.

“Kemarin sore, kami langsung mengecek ke lapangan. Kita ukur bersama panitia dari Inasgoc yang bagian venue. Ketemu sama Pak Heru Budilaksono yang bertanggung jawab terhadap venue. Dia bilang oke untuk ukurannya,” kata Ratiyono seusai menghadiri pengukuhan Pengurus KONI DKI periode 2017-2021 di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (20/2).

Setelah mendapat persetujuan dari Inasgoc, ia langsung melaporkan kepada Asisten Sekretaris Daerah bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup, Gamal Sinurat. Tujuannya, dalam rangka administrasi surat peminjaman dan pemakaian lapangan bisbol untuk Asian Games.

“Kita sudah lapor Pak Gamal. Tinggal kita rapikan surat menyuratnya, supaya bisa segera dilakukan pembangunannya. Dan Insya Allah, besok harus sudah kita mulai. Itu lapangannya sudah ada tinggal dirapikan tribunnya, disempurnakan. Kita lakukan rehab besar,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, lapangan baseball berada disamping venue Velodrome dan lapangan atletik. Ketiga prasarana olahraga ini berada di kompleks olahraga Rawamangun milik Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI.

Ratiyono memprediksi rehab akan selesai dalam waktu empat bulan. Setelah itu, ia akan meminta delegasi teknik Dewan Olimpiade Asia (OCA) untuk mengecek hasilnya. “Kita awasi pembangunannya, supaya selesai dibangun. Nanti setelah bersertifikat, bisa kita gunakan,” terangnya.

Untuk anggaran Ratiyono mengungkapkan sudah disiapkan Rp 15,1 miliar.

Ia mengatakan, rencana rehabilitasi ini sudah ada sejak lama. Namun harus meminta persetujuan dari gubernur dan ada payung hukummya berupa instruksi presiden (inpres). “Inpresnya memang baru perintah langsung dari Pak Wapres, ya kita kerjakan. Anggarannya Rp 15,1 miliar, empat bulan, Insya Allah bisa kita selesaikan,” tegasnya.
BERITA TERKAIT

Nasional | Polhukam | Metropolitan | Ekonomi | Teknologi | Pendidikan | Hiburan | Profil | Ragam Berita | Susunan Redaksi
2014 SinarPagi.Net - All rights reserved