Beranda » JABODETABEK » PT PP Kembali Tuntaskan Proyek Gedung SS

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 09:39:20 WIB
PT PP Kembali Tuntaskan Proyek Gedung SS
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: JABODETABEK - Dibaca: 133 kali

Jakarta SP BPJS Ketenagakerjaan melakukan peresmian Topping Off Social Security (SS) Tower yang berlokasi di Jalan HR Rasuna Said, kavling 112 B, Setiabudi, Jakarta Selatan. Gedung perkantoran ini akan menjadi kantor pusat BPJS Ketenagakerjaan.PT. PP (Persero) Tbk, salah satu perusahaan konstruksi dan investasi, melakukan topping off Proyek Social Security (SS) Tower di Jakarta.

Direktur Utama PT. PP (Persero) Tbk Lukman Hidayat mengatakan, pihaknya selaku kontraktor sekaligus pemilik proyek tersebut melalui PT Sinergi Investasi Properti optimistis dapat menyelesaikan pekerjaan pembangunan proyek Social Security Tower selama 21 bulan terhitung sejak bulan Juli 2017 dan ditargetkan selesai pada bulan Maret 2019.

"Proyek yang berlokasi di kawasan Kuningan Jakarta tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp480 miliar. SS Tower merupakan gedung perkantoran dengan jumlah 31 lantai,” ujar Lukman dalam keterangan yang diterima pers, Jumat (19/10).

Proyek SS Tower merupakan proyek investasi yang dimiliki oleh PT. Sinergi Investasi Properti dimana kepemilikannya terdiri dari BPJS Ketenagakerjaan dan PT. PP (Persero) Tbk.


Beberapa proyek yang berhasil diraih perseroan hingga September 2018, antara lain Bandara Kulon Progo sebesar Rp5,58 triliun, Makassar New Port Tahap IB dan IC Rp2,49 triliun, Nipa Tank Terminal Phase 2 Rp1,5 triliun, Perluasan Apron Bandara Ngurah Rai Rp1,36 triliun, Scatered Duel Fuel Engine MPP 120 MW Paket 1 Rp1,23 triliun.

Kemudian proyek Scatered Duel Fuel Engine MPP 120 MW Paket 2 Rp1,06 triliun, Dermaga Patimban Subang sebesar Rp1,02 triliun, Pertamina Warehouse Rp933 miliar, Hotel Mandalika Paramount Rp850 miliar, Runway 3 Bandara Soekarno Hatta Section 1 Rp726 miliar, dan lain-lain.

Sampai dengan September 2018, perolehan kontrak baru perseroan didominasi dari proyek BUMN sebesar Rp17,12 triliun atau 52,78%, disusul oleh proyek Swasta sebesar Rp11,05 triliun atau 34,05% dan proyek APBN/Pemerintah sebesar Rp4,27 triliun atau 13,17% dari total perolehan kontrak baru.

Sedangkan, perolehan kontrak baru berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan, yaitu Gedung sebesar 41,14%, Airport sebesar 18,66%, Jalan & Jembatan sebesar 12,24%, Port sebesar 10,87%, Power Plant sebesar 7,50%, Oil & Gas sebesar 4,73% dan sisanya dikontribusi oleh Industri sebesar 2,66%, DAM 1,93% dan Kereta Api sebesar 0,27%.Investasi properti merupakan salah satu langkah strategis BPJS Ketenagakerjaan dalam menempatkan dana yang dimiliki untuk dapat dikembangkan dan kemudian diberikan kepada seluruh peserta.

Salah satu investasi properti yang dimiliki oleh BPJS Ketenagakerjaan dan sedang dalam tahapan pembangunan adalah Social Security (SS) Tower yang berlokasi di Jl. HR Rasuna Said, kavling 112 B, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, menegaskan dalam kondisi global saat ini, tuntutan dalam pemenuhan standar mutu sarana dan prasarana bangunan untuk perkantoran sangat tinggi, selain ditopang pula dengan kompetensi SDM yang unggul.

Oleh karena itu, pembangunan SS Tower ini diharapkan dapat memenuhi tuntutan akan kebutuhan saat ini.

“Pengerjaan proyek SS Tower ini dimulai pada 30 Mei 2017 yang lalu dan ditargetkan rampung pada 31 Maret 2019. Waktu yang cukup singkat namun tetap kami kedepankan prinsip K3 dalam pengerjaan proyek ini agar Zero Accident dapat dipenuhi”, ungkap Agus.

BERITA TERKAIT

Nasional | Polhukam | Metropolitan | Ekonomi | Teknologi | Pendidikan | Hiburan | Profil | Ragam Berita | Susunan Redaksi
2014 SinarPagi.Net - All rights reserved