Beranda » JABODETABEK » Menaker Buka Seminar Politeknik Ketenagakerjaan

Senin, 19 November 2018 - 11:44:04 WIB
Menaker Buka Seminar Politeknik Ketenagakerjaan
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: JABODETABEK - Dibaca: 145 kali

Jakarta SP Mahasiswa dan pengusaha di Indonesia dinilai harus bersiap diri untuk menghadapi dan beradaptasi terhadap revolusi industri 4.0. Hal itu mengemuka dalam Seminar yang di gelar oleh Politeknik Ketenagakerjaan & Kemenaker di Hall ,  Hotel Royal Kuningan, Senin (19/11).

Menurut Ketua Panitia Seminar kegiatan ini sebagai upaya memahamkan civitas akademik tentang arti penting disrupsi sebagai sebuah fenomena dalam revolusi industri 4.0. Serta menjalankan amanah perguruan tinggi untuk memberikan pemahaman  tentang tantangan dan  peluang di era disrupsi bagi masyarakat.

"Khususnya komunitas di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah agar lebih siap dalam mengatasi tantangan dan menemukan peluang di era ini," katanya.

Menurut dia, revolusi industri mengalami puncaknya saat ini dengan lahirnya teknologi digital yang berdampak terhadap hidup manusia di seluruh dunia. Revolusi industri  terkini atau generasi keempat (4.0) mendorong sistem otomatisasi di hampir semua aktivitas manusia. Akibatnya, perubahan besar pun melanda dunia bisnis dan entrepreuneurship. 

Diungkapkan saat menjadi pembicara, apabila  perusahaan ingin meraih kesuksesan, maka perlu pula merambah bisnis online. "Karena sekarang pasarannya lewat online,‘’ ujarnya.

Ibu Retno, PLT Kepala Piliteknik Ketenagakerjaan perlu berpikir akan banyak sumber daya manusia yang  terhapus dan diganti  dengan smart technology.

Selanjutnya mengatakan manfaat revolusi industri 4.0 kepada usahawan antara lain, pertama, lebih memahami pelanggandan menawarkan dukungan proaktif melalui pendayagunaan (leveraging) data/informasi loT. Kedua, memperbaiki ketepatan, memperoleh informasi berkaitan dan bermakna dari pelanggan dan respons dalam waktu nyata (realtime) dengan tujuan untuk mengubah dan meningkatkan perilaku pelanggan.

Ketiga, perusahaan berkesempatan untuk mengelola pelanggan melalui sistem dukungan pelanggan di waktu nyata. Untuk bisa lebih survive dalam revolusi industri 4.0 adalah menyadari bahwa perusahaan perlu berubah – cara berpikir dan bisnis model baru, dan menciptakan added value, menggunakan teknologi ‘smart, respons cepat, proaktif untuk mengubah pasar, perubahan pekerjaan - peningkatan produktivitas. "Dengan penggunaan smart technology membantu  tugas dan meningkatkan permintaan pengguna," jelasnya.

Sementara itu, pengusaha Jody menganjurkan kepada para mahasiswa karena jika hendak membuka usaha harus mulai dari mahasiswa. ‘’Kalau mahasiswa usaha itu anggap saja belajar. Sehingga  akan lebih siap dalam menghadapi dunia usaha.












 

 
BERITA TERKAIT

Nasional | Polhukam | Metropolitan | Ekonomi | Teknologi | Pendidikan | Hiburan | Profil | Ragam Berita | Susunan Redaksi
2014 SinarPagi.Net - All rights reserved