Beranda » EKONOMI DAN BISNIS » LPAI Stop Promosi & Sponsor Iklan Rokok

Kamis, 21 Maret 2019 - 16:21:05 WIB
LPAI Stop Promosi & Sponsor Iklan Rokok
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: EKONOMI DAN BISNIS - Dibaca: 280 kali

Jakarta SP Iklan rokok, promosi dan sponsor rokok di stop. Baik iklan konvensional ataupun melalui media online. Hal ini, untuk mencegah semakin banyaknya anak yang merokok, yang belum lama pihaknya mencatat ada audisi salah satu perusahaan rokok pakai baju sponsor itu iklan juga. Sekarang ini sudah banyak anak-anak yang merokok. 

"Belajar dari negara lain, di Asian sudah konsisten melindungi anak-anak dari rokok, di sini, masih SMP saja banyak yang merokok bahkan ada anak dibawah 5 tahun  ada yang merokok. Pria yang akrab disapa Kak Seto itu menambahkan, saat ini juga marak adanya rokok elektrik atau yang di kenal dengan vape," kata Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, Kamis (21/3), saat acara Konferensi Pers tentang Hasil Workshp Strategi Kebijakan Nasional Pelarangan Total Iklan Promosi dan Sponsor Rokok Melalui Peraturan Perundangan Nasional, di Ruang Sago Ballroom Lt.12, Hotel Balairung, Jl. Matraman Raya No 19, Rt 1/Rw 1, Palmeriem Matraman, Jakarta Timur.

Generasi milenial makin banyak yang mengkonsumsi rokok elektrik tersebut, dengan adanya rokok elektrik, kami selalu konsisten, melakukan perlindungan anak. Perlindungan anak bukan hanya oleh LPAI saja, juga semua stakeholder, pemerintah, ormas, LSM dan sebagainya melindungi anak itu harus sekampung. 

"Pihaknya juga mengimbau orang dewasa, kalau mengetahui ada anak merokok untuk ditegur dan melarang merokok kalau melihat dan membiarkan anak merokok, sesuai aturan bisa kena sanksi," ujarnya.

Sementara itu, Seketaris Koalisi Nasional Masyarakat Sipil Untuk Pengendalian Tembakau, Elfansuri mengatakan jumlah anak yang merokok di Indonesia cukup banyak. Tahun 2018 lalu data berdasarkan dari Reskesdas, prevelensi anak merokok umur 10 sampai 18 tahun, dari tahun ketahun semakin meningkat. 

"Dari data RKD tahun 2013, sebanyak 7,3 persen anak merokok pada 2016 (sirkernas) sebesar 8,8 persen dan pada 2018 lalu, ada sekitar 9,1 persen, berdasar data RKD tahun 2018. Jadi hal ini harus jadi perhatian bersama, perlu ada pengendalian rokok yang kuat termasuk juga pelarangan iklan rokok," kata Elfansuri.

Lebih lanjut, kata Elfansuri mengatakan ikan rokok di internet belum di atur, saat ini juga banyak rokok elektrik, yang banyak di konsumsi usia milenial.
BERITA TERKAIT

Nasional | Polhukam | Metropolitan | Ekonomi | Teknologi | Pendidikan | Hiburan | Profil | Ragam Berita | Susunan Redaksi
2014 SinarPagi.Net - All rights reserved