Beranda » JABODETABEK » Unindra Gelar The 1st International Conference on Folklore, Language, Education and Exhibition 2019

Sabtu, 03 Agustus 2019 - 14:31:03 WIB
Unindra Gelar The 1st International Conference on Folklore, Language, Education and Exhibition 2019
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: JABODETABEK - Dibaca: 110 kali

International Conference on Folklore, Langue, Education and Exhibition (ICOFLEX) 2019, sebagai salahsatu Konferensi Budaya, Cerita Rakyat, Bahasa, Sosial dan Pendidikan, akan digelar Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA), Kamis (1/8), di Hotel Bidakara Jakarta.


Saat ini kerjasama Unindra dengan beberapa Universitas luar negeri sudah terbangun dengan baik, semua juga difasilitasi kedutaan Indonesia di luar negeri, seperti beberapa universitas di Brunai, India, Kanada, Singapura, Korea dan negara lain, juga beberapa Universitas dalam negeri, untuk itu dengan ICOFLEX 2019 ini diharapkan ada tindaklanjut kerjasama, baik dalam penelitian, akademik maupun peningkatan kemampuan dosen, dimana Unindra sejak tahun lalu telah mengirim dosen untuk menyelesaikan program doktor ke sejumlah Universitas, dan kita harapkan juga bisa kita kirim ke luar negari, kita terus memprogramkan metodelogi maupun proses pembelajaran sebagaimana tuntutan era digital saat ini, seperti e-learning

Rektor Universitas Indraprasta (Unindra) PGRI, Prof. Dr. H. Sumaryoto, menhatakan bahwa International Conference on Folklore, Langue, Education and Exhibition ini sebagaimana amanat dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, dimana kita harus membangun kerjasama dengan negara lain. “Bahwa Konferensi Internasional ini akan membahas beberapa topik hasil kajian akademik dengan tema “Expanding the possibilities of humanities and social studies, Bridging the past, present and the future”, yaitu memperluas kemungkinan belajar Cerita Rakyat dan Sosial menjembatani masa lalu, masa depan dan masa kini, karena Cerita Rakyat merupakan bentuk kajian Sastra dan pendidikan,” kata Sumaryoto.



Cerita Rakyat berkembang bukan saja di Indonesia, namun juga di negara-negara lain, disinilah kita akan lakukan kajian-kajian akademik, untuk nantinya kita lestarikan dan kembangkan bersama. Kita tahu mesti kita menggunakan cerita dari Buku Mahabarata dan Sutasoma, namun dalam penampilan cerita rakyat antar negara sangat berbeda satu dengan yang lain, ini akan jadi kajian Sastra yang berakar dari akar Budaya masing-masing negara, yang harus dilestarikan dan dikembangkan.

“Konferensi internasional kali ini akan diikuti oleh para Peneliti, Akademisi, Praktisi, Aktivis juga para Mahasiswa maupun kelompok lain, yang memiliki minat dalam masalah Budaya, dalam kerangka Seni, Industri Kreatif, Ekonomi, Teknologi, Pendidikan dan Antropologi,” ujarnya.Lebih lanjut, kata Sumaryoto juga menambahkan bahwa persiapan Konferensi internasional ICOFLEX 2019 ini digelar dengan persiapan-persiapan yang matang dan final, sehingga enam Negara akan hadir seperti dari Netherlands, Brunei, Kanada, India dan Bulgaria termasuk Indonesia. Ini adalah upaya peningkatan kerjasama dengan lembaga pendidikan dari negara lain, yang bisa ditindaklanjuti dengan kerjasama pertukaran dosen, mahasiswa dan kerjasama bidang penelitian,” ungkap Sumaryoto.

Hingga saat ini sudah ada 233 artikel penelitian yang dikumpulkan dari 178 Universitas negeri dan swasta dari 18 Provinsi di Indonesia. Beberapa bidang yang dibahas dalam konferensi internasional ini, hasilnya akan ada rekomendasi-rekomendasi baik untuk kita rekomendasikan bagi kemajuan pendidikan di Unindra serta Universitas lain, serta kita sumbangkan ke Pemerintah, tambahnya.

“Konferensi internasional budaya, Sosial, Bahasa dan Pendidikan ini Unindra juga menjadi tuan rumah pameran Animasi, Buku ilustrasi, dan banyak bentuk karya seni lainnya serta dalam Melestarikan dan Mengkomunikasikan Warisan Budaya Takbenda, disela ICOFLEX 2019 ini, Unindra juga akan mempergelarkan beberapa tari-tarian dan kesenian lain didepan peserta,” katanya.


Dalam Konferensi ICOFLEX 2019 ini akan menampilkan pembicara kunci, Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr Hilmar Farid, Ph.D, juga Dr Aone Van Engelenhoven Leiden University the Netherlands, Dr Gautam Kumar Jha Jawaharlal Behru University India, Dr Winny Gunarti, W.W.M.Ds (UNINDRA), Harry B Santoso Ph.D (Universitas Indonesia) serta para akademisi dari dalam dan luar negri lainnya.




BERITA TERKAIT

Nasional | Polhukam | Metropolitan | Ekonomi | Teknologi | Pendidikan | Hiburan | Profil | Ragam Berita | Susunan Redaksi
2014 SinarPagi.Net - All rights reserved