Beranda » RAGAM BERITA » Tampias Air Hujan Di Proyek Tol Becakayu

Jumat, 22 November 2019 - 11:19:24 WIB
Tampias Air Hujan Di Proyek Tol Becakayu
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: RAGAM BERITA - Dibaca: 175 kali

Jakarta SP Limpasan air yang terjun dari ruas Tol Becakayu seksi 2A wilayah Bekasi ke Jalan Raya Kalimalang pada Kamis (21/11/2019), dikeluhkan pengendara yang melintas. Pasalnya, limpasan air itu membuat Jalan Raya Kalimalang tergenang air. Selain itu, pengendara sulit untuk melintas karena derasnya limpasan yang menyerupai air terjun.

Sejumlah pengendara tampak berupaya menghindar dari terjangan air yang turun dari Jalan Tol Becakayu di sekitar Simpang Jalan H Naman hingga Jalan KH Noer Alie Kalimalang, Kota Bekasi.

Luapan air yang terjun dari konstruksi Tol Becakayu terjadi akibat ketiadaan saluran air sehingga melimpas ke badan Jalan Kalimalang. Pantauan di lokasi, genangan air di badan jalan mencapai ketinggian 90 sentimeter hingga merendam sebagian ban kendaraan.

Terkait hal itu, Ayuda Prihantoro, Direktur Teknik dan Operasi PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) selaku pengelola proyek Tol Becakayu mengatakan, penyebab terjadinya limpasan air itu karena pengerjaan pipa drainase dan parapet di titik ruas tol itu belum selesai.

Sesuai dengan schedule penyelesaiannya adalah hari ini 22 November 2019," kata Ayuda dalam keterangannya, Jumat (22/11/2019). Jalan Raya Kalimalang tergenang air akibat terkena limpasan dari Tol Becakayu.

Genangan terjadi karena saluran air pada badan jalan tidak sanggup menampung debit air. "Pada lokasi badan jalan yang terkena dampak curahan air tersebut mengalami banjir sepanjang kurang lebih 50 meter, karena saluran air pada badan jalan tersebut tidak sanggup menampung debit air akibat curahan hujan. Sesuai pantauan di lapangan kebetulan pada lokasi tersebut sedang ada galian untuk kabel telkom sehingga menambah disfungsi saluran," ujar Ayuda

Saat dikonfirmasi, Kepala Divisi III Waskita Karya selaku kontraktor Becakayu, Dono Prawoto, mengaku tengah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melihat lebih jauh persoalan yang memicu kejadian itu. "Saya perlu kontak dulu (penanggung jawab proyek) biar saya tahu duduk persoalannya," kata Dono melalui pesan singkat.(kompas/red}



BERITA TERKAIT

Nasional | Polhukam | Metropolitan | Ekonomi | Teknologi | Pendidikan | Hiburan | Profil | Ragam Berita | Susunan Redaksi
2014 SinarPagi.Net - All rights reserved