Beranda » NASIONAL » Baratan Kementan Musnahkan Jagung Asal Thailand Yang Mengandung Bakteri

Sabtu, 30 November 2019 - 15:01:39 WIB
Baratan Kementan Musnahkan Jagung Asal Thailand Yang Mengandung Bakteri
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: NASIONAL - Dibaca: 127 kali

Tangerang -- Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Soekarno Hatta musnahkan benih jagung asal Thailand yang dinyatakan positif mengandung bakteri di Instalasi Karantina Pertanian Soekarno Hatta, Banten hari Kamis (29/11).

Sebanyak 98,4 kg benih jagung asal Thailand yang masuk melalui Bandar Udara Soekarno Hatta ini berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Karantina Tumbuhan menunjukan hasil positif bakteri Pseudomonas syringae pv. syringae (PSS).

"Saya mengapresiasi kinerja petugas Karantina Pertanian Soekarno Hatta, yang telah berhasil mencegah masuknya bakteri PSS ini. Selain belum ada di Indonesia, bakteri ini dapat menurunkan produksi jagung secara signifikan hingga mencapai 40 persen dari hasil panen. Sangat berbahaya," kata Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) melalui keterangan pers nya.

Menurut Jamil, benih sebanyak 98,4 kg ini dapat ditanam pada lahan seluas 6,56 ha karena 1 ha butuh 15 kg. Dengan data produksi 5 ton/ha maka total produksi jagung yang terinfeksi bakteri PSS adalah 32,8 ton. "32,8 ton ini sebagai benih induk, dapat ditanam kembali untuk lahan seluas 2.186 ha yang akan menghasilkan produksi 10.930 ton," jelasnya.

Merujuk harga pembelian pemerintah (HPP) jagung kering terendah Rp. 3.150,-/kg maka kerugian akan mencapai Rp. 34,44 miliar. Dan tidak kurang dari 6,7 juta keluarga petani jagung akan kehilangan pendapatannya, tambahnya.

"Karantina memberi perhatian khusus pada pengawasan masuknya benih impor yang saat ini masih dilakukan karena adanya kebutuhan. Seperti benih jagung impor ini, yang terinfeksi hanya 98,4 kg namun dampaknya akan sangat besar. Penyebarannya penyakit tular benih sangat mudah dan cepat," jelas Kepala Barantan.

Disinilah peran strategis karantina pertanian dalam melindungi pertanian Indonesia dari masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang dapat merusak pertanian dan merugikan secara ekonomi.

Di tempat yang sama Kepala Karantina Pertanian Soekarno Hatta, Imam Djajadi menyampaikan bahwa selain benih jagung asal Thailand, ikut dimusnahkan juga beberapa komoditas pertanian lainnya seperti 21 kg rumput gajah asal Thailand, 10 kg bibit bawang putih asal Singapura, 93 batang bibit tebu asal Cina.

Ada juga komoditas hewan berupa 275,8 kg daging segar; 116,6 kg daging babi segar dan olahannya asal Cina, Singapura, Taiwan, Korea Selatan, Italia, dan Australia yang tidak dilengkapi dengan persyaratan dokumen karantina sesuai dengan UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Komoditas yang dimusnahkan ini merupakan hasil tangkapan di terminal bandara Soekarno Hatta. Kami memberikan apresiasi kepada seluruh petugas karantina yang telah bekerja keras menjalankan tugas dan fungsinya untuk melindungi Indonesia dari serangan hama pemyakit hewan dan tumbuhan yang masuk ke Indonesia sesuai dengan amanat UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, papar Imam.

*Pengetatan Pengawasan Virus ASF di Soekarno Hatta*

Khusus untuk daging babi dan olahannya yang berhasil ditahan, menurut Imam hal ini juga merupakan upaya pencegahan masuknya virus African Swine Fever (ASF) melalui Bandar Udara Soekarna Hatta.

ASF adalah penyakit menular pada babi, walau tidak menular pada manusia namun dapat menyebabkan kematian pada hewan yang banyak diternakan dan menjadi sumber pendapatan masyarakat secara ekonomi. Banyak negara tertangga sudah terkena ASF, maka kewasdapaan kami tingkatkan, imbuh Imam.

Pelaksanaan pemusnahan kali ini dihadiri oleh Direktur Jendral Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian dan seluruh jajaran instansti terkait di Bandara Soekarno Hatta yang tergabung dalam Komunitas Bandara Soekarno Hatta (Kombata) serta pemilik barang.

Kepala Barantan telah instruksikan jajarannya untuk lakukan pengetatan pengawasan terhadap pemasukan komoditas pertanian dari luar negeri.
"Semua harus terjamin kesehatan dan keamannya, agar produk pertanian ini aman bagi pangan. Dan yang terpenting hewan tumbuhan kita yang kaya ini terjaga, terlindungi dan sekaligus memiliki nilai daya saing hingga laris di pasar ekspor. Kita sukseskan arahan Mentan, Bapak Doktor SYL untuk gerakan tiga kali lipat ekspor komoditas pertanian atau Gratieks untuk menuju Indonesia Maju, Mandiri dan Modern," pungkas Jamil.


BERITA TERKAIT

Nasional | Polhukam | Metropolitan | Ekonomi | Teknologi | Pendidikan | Hiburan | Profil | Ragam Berita | Susunan Redaksi
2014 SinarPagi.Net - All rights reserved