Beranda » JABODETABEK » Suara Rakyat Jangan Di Curi Dalam Pilkada Papua

Sabtu, 14 Desember 2019 - 13:52:16 WIB
Suara Rakyat Jangan Di Curi Dalam Pilkada Papua
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: JABODETABEK - Dibaca: 167 kali

Jakarta SP Masalah pilkada provinsi Papua belum selesai Sembi Wattimena seorang tokoh politik Papua mrngatakan Kalau masalah hak konstitusi suara rakyat ini tidak bisa dipermainkan berkaitan dengan suara rakyat ini kalau kita bicara soal konstitusi yang berdasarkan undang-undang karena partai dan masyarakat sebagai hak pemilih ini diatur dalam undang-undang siapapun yang bermain dalam menyangkut pencurian atau menjalankan hak suara.


Yang hilangkan maka itu pelaku melakukan suatu pelanggaran HAM pelanggaran HAM dalam HAM proses daripada demokrasi sendiri karena ujung-ujung adalah manipulasi dengan bentuk seperti itu maka orang sebagai kepala daerah dihiruikan duduk dan selaku Pembina politik merupakan suatu proses demokrasi secara baik tapi faktanya berbeda masyarakat ditindas hak suara rakyatnya sehingga hak rakyat ini benar-benar dipermainkan dan ini fakta-faktanya bahwa terjadi dalam proses demokrasi pada saat ini.


Dan kemarin ini jangankan masyarakat kepada kepala kampung terjadi ditekan apalagi masyarakat kasihan bagaimana kita mau bicara proses demokrasi secara baik demokrasi itu diinjak oleh Pembina selaku pimpinan politik ini kan salah apa Negeri beliau selaku kepala daerah harus benar-benar melihat pada proses tadi beliau tidak melihat Itu karena merasa berkuasa semena-mena.


Merasa punya kewenangan Desa enaknya saja akhirnya melakukan semaunya kepada semua pihak yang berada di daerah dapat menyikapi masalah ini secara baik secara arif dan bijaksana melihat proses demokrasi ini secara baik juga ketika nanti pada proses pelantikan itu melihat pada proses kembali kepada kemarin mana yang benar atau tidak Kalau tidak berkaitan pada kesukuan atau adat dan budaya ini sangat bertolak belakang. Ujar Sem Watimena Tokoh Politik Papua


Situasi rawan Konflik bagi wilayah Indonesia Timur politik yang terjadi saat ini adalah belum ada memahami sistem demokrasi yang benar satu yang kedua adalah kekuasaan sekedar untuk kekuasaan pejabat Bupati itu punya kewenangan yang luar biasa mengorbankan kader-kader potensi Rakyat,"Tuturnya (13/12) di Ancol Jakarta Utara
BERITA TERKAIT

Nasional | Polhukam | Metropolitan | Ekonomi | Teknologi | Pendidikan | Hiburan | Profil | Ragam Berita | Susunan Redaksi
2014 SinarPagi.Net - All rights reserved