Beranda » METROPOLITAN » Dugaan Korupsi Anak Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk

Selasa, 28 Juli 2020 - 09:18:21 WIB
Dugaan Korupsi Anak Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: METROPOLITAN - Dibaca: 118 kali

Jakarta SP Dengan berjalanya rentan waktu negara indonesia di perhadapkan dengan berbagai persoalan hukum yang tidak mampu untuk kemudian di selesaikan dengan baik oleh para penegak hukum seperti yang kita ketahui bahwa indonesia adalah negara hukum atas seruan dari pada bunyi pasal 28 UUD 1945 penyampaian pendapat dimuka Umum

Sama-sama kita ketahui bersama bahwa,Korupsi,Kolusi,dan Nepotisme
dalam hal ini terkait beberapa hal yang kemudian menjadi keresahan kami yang tergabung dalam Suara Rakyat & Mahasiswa terkait proyek pembagunan RSUD Cengkareng dan Korupsi di tubuh PT. Wijaya Kara Bangunan praktekyang kemudian dilakukan oleh oknum-oknum yang ingin memperkaya diri sendiri tersebut harus di adili sesuai dengan hukum yang berlaku di bangsa ini dalam hal ini pembangunan RSUD Cengkareng

Yang tidak memenuhi syarat dalam analisis satuan bangun pengelolaan pada RAB pembangunan RSUD budi asih TA 2013 yang tercantum dalam e-Budgeting yaitu harus ada 2 lantai basement,1 lantai dasar,1 mazzanine dan 8 lantai utama termasuk pekerja gondola tetapi dari hasil pemeriksaan atas kebutuhan jumlah lantai yang dituangkan oleh

PKK pada KAK diketahui bahwa pembagunan gedung RSUD Cengkareng hanya membutuhkan 8 lantai dengan rincian tidak ada dua lantai basement,tidak ada 1 dasar,tidak ada 1 mezzaainen hanya ada 8 lantai utama dan tidak ada pekerja gondola

Maka apabila dibandingkan rincian ASB e-Budgeting dengan KAK pembanguna RUSD Cengkareng maka terdapat nilai ASB pada e-Budgeting yang tidak dilaksanan pada KAK senilai Rp.1.084.623,66/m2 dan Kelebihan uang negara dari pada anggaran e-Budgeting

RSUD Cengkareng yang totalnya Rp.25.011.621.623.52 dan HPS melebihi dari dari
kebutuhan senilai Rp.23.009.300.441.54

Terkait Dugaan Pengaturan Lelang Proyek dan Korupsi Pembangunan
RSUD Cengkareng yang merugian keuangan Negara puluhan Miliar Rupiah
Indikator Pengaturan Lelang: PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung Tidak memenuhi syarat dalam Dokumen penawaran yang diajukan, karena syarat Kapasitas minimum Tower Crane (TC) adalah kapasitas 40 Ton dengan volume 2 unit, sementara PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung, hanya memiliki TC kapasitas 12 ton dan 10 ton. Oleh karena itu PT. Wijaya Karya Bangun Gedung seharusnya tidak lulus Evaluasi Teknis sebab tidak memiliki alat utama berupa tower crane yang di syaratkan pada Kerangka Acuan Kerja (KAK)Sertifikat Badan Usaha (SBU) TI505 yang diberikan PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung

Disinyalir tidak memenuhi kriteria SBU TI 505 karena seharusnya perusahaan yang memiliki sertifikat TI505 menggunakan tim perencanaan yang merupakan pegawai PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung di dalam lelang proyek pembangunan RSUD seharusnya PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung seharusnya gugur / tidak lulus

Evaluasi teknis karena menawarkan personil tim perencanaan yang bukan merupakan pegawainya
Ada user dengan perusahaan yang berbeda masuk akses ke LPSE menggunakan IP
address yang sama dengan PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung…….
Ada hubungan apa PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung dengan perusahaan lainnya yang ikut lelang ? Apakah ini skema tebar jaring ?

Indikator korupsi:
Pemilihan item di E-Budgeting pada proyek pembangunan RSUD cengkareng dilakukan oleh Kepala Bagian umum dan pemasaran sebagai User RSUD Cengkareng tidak pernah
mengajukan Usulan Rencana Anggaran Biaya (RAB) terkait proyek pembangunan

RSUD Cengkareng kepada konsultan E-Budgeting untuk menjadi komponen khusus dalam Analisa
Satuan Bangunan (ASB) data Analisa Satuan Bangunan dengan nilai Rp.9.666.501,81/m2
dalam system E-budgeting bersumber dari RAB Pembangunan RSUD Budhi Asih TA 2013 ASB untuk 1 meter persegi pembangunan RSUD Cengkareng dengan nilai Rp.9.666.501,81/m2 harus berpedoman pada rincian dalam system E-budgeting yang sudah ada sebelumnya yaitu rincian ASB tersebut terdiri dari : Dua lantai Basement, satu lantai
dasar, satu mezzanine, delapan lantai utama dengan pekerjaan gondola….

Namun pembangunan RSUD Cengkareng hanya ada di delapan lantai utama, tanpa pengerjaan gondola dan tanpa lantai basement, tanpa lantai dasar dan mezzanine.
Luas Kerangka Acuan Kerja proyek RSUD Cengkareng seharusnya mengacu pada luas rancangan awal yaitu 16.472m2 Sedangkan yang di input pada E-Budgeting yaitu 16.976 m2 sehingga ada selisih 504 m2 .

Selain itu,,,, Banyak juga pelanggaran pelaksanaan
Pembangunan RSUD Cengkareng oleh PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung.

Mulai dari struktur organisasi proyek dan personilnya, keterlambatan dalam
jangka waktu selesainya pekerjaan hingga perubahan Item pekerjaan yang di
sub kontrakkan,dll.

Untuk itu kami Mengultimatumkan Agar segera ‘’Usut Tuntas Skandal Proyek
Pembangunan RSUD Cengkareng dan Dugaan Korupsi PT.Wijaya Karya Bangunan Gedung
BERITA TERKAIT

Nasional | Polhukam | Metropolitan | Ekonomi | Teknologi | Pendidikan | Hiburan | Profil | Ragam Berita | Susunan Redaksi
2014 SinarPagi.Net - All rights reserved